Tebing Tinggi – TNI Sebut Kopda Kasus penculikan Kepala Cabang (Kacab) salah satu bank ternama yang sempat menghebohkan publik kini memasuki babak baru.
Dalam perkembangan terbaru, pihak TNI mengonfirmasi bahwa Kopral Dua (Kopda) FH menerima sejumlah uang terkait insiden tersebut.

FH adalah salah satu anggota TNI aktif yang diduga terlibat dalam rangkaian peristiwa penculikan dan pemerasan terhadap korban.
Baca Juga : Peringatan Tsunami Dicabut Menyusul Gempa Rusia M 7,4
Informasi ini disampaikan oleh Pusat Polisi Militer TNI setelah melakukan penyelidikan intensif bersama pihak kepolisian.
Keterlibatan oknum militer dalam kasus pidana ini menjadi sorotan tajam dari berbagai pihak.
Juru bicara TNI menjelaskan bahwa keterlibatan FH terindikasi sejak awal penyelidikan, namun baru dapat dipastikan setelah ada bukti transaksi uang.
“Kami sudah identifikasi aliran dana yang masuk ke rekening FH, yang diduga berasal dari hasil pemerasan,” ujarnya dalam konferensi pers.
Meski nominalnya belum dirinci secara lengkap, pihak TNI menyatakan bahwa jumlah uang tersebut tidak kecil.
Proses penyelidikan terus berkembang, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lain baik dari militer maupun sipil.
Kasus ini bermula saat Kacab bank diculik oleh sekelompok pria bersenjata dan dibawa ke lokasi yang dirahasiakan.
Selama penculikan, korban disebut mengalami tekanan psikis dan diminta untuk mentransfer sejumlah uang.
Setelah dibebaskan, korban melapor ke polisi dan memberikan keterangan lengkap soal pelaku dan modus operandi.
Dari keterangan awal, pihak berwajib mulai menelusuri jaringan pelaku dan menemukan benang merah yang mengarah ke oknum TNI.
FH disebut menjadi bagian dari eksekutor atau paling tidak mengetahui dan mendukung aksi tersebut.
Dugaan keterlibatan FH semakin kuat setelah penyidik menemukan komunikasi via pesan singkat antara dirinya dan salah satu pelaku sipil.
FH juga tercatat menarik sejumlah uang tunai dari rekeningnya sesaat setelah korban melakukan transfer.
Bukti-bukti tersebut diperkuat dengan rekaman CCTV dari mesin ATM dan data transaksi digital.
Penyidik kini tengah menelusuri kemungkinan aliran dana ke pihak lain.


