Tebing tinggi – Presiden FAM Dunia sepak bola Malaysia kembali diguncang oleh kabar mengejutkan ketika Presiden FAM, Datuk Joehari Ayub, terpilih pada Februari 2025 untuk periode 2025–2029, kemudian menghadapi isu lengser dalam waktu singkat.
Joehari Ayub adalah tokoh berpengalaman di organisasi ini, menjadi Presiden FAM kedelapan sejak 1951.
Pemilihan Joehari terbilang mulus karena dia terpilih tanpa pesaing dalam kongres FAM—tanda mendapat dukungan penuh dari elit federasi.
Namun, hanya setelah beberapa bulan menjabat, isu mengenai pelengserannya mulai mencuat dan menggerus stabilitas internal FAM.

Baca Juga : Timnas Indonesia Bakal Gelar Pertandingan di Markas Dewa United Banten International Stadium
Pengamat sepak bola terkenal, Datuk Pekan Ramli, menyebutkan bahwa intrik politik internal sangat kentara dalam proses ini, bahkan menggunakan istilah “politik kotor”
Situasi jadi kontroversial ketika Hamidin Amin—pendahulu Joehari dan kini diberi jabatan kehormatan—memicu persepsi negatif terhadap Joehari.
Menurutnya, perilaku seperti itu bisa menjadi studi buruk dalam manajemen organisasi olahraga.
Belakangan, isu beredar bahwa Wakil Presiden FAM, Datuk Yusoff Mahadi, diproyeksikan menggantikan kursi Joehari—menambah spekulasi bahwa pengunduran bukan keputusan transparan.
Sampai saat ini, FAM masih bungkam dan belum ada pernyataan resmi terkait isu pelengseran Joehari.
Jika benar mundur setelah hanya beberapa bulan menjabat, hal ini bakal menjadi satu dari sejumlah kasus singkat kepresidenan FAM—meski Joehari belum secara resmi mundur.
Sebelumnya, Tunku Ismail Sultan Ibrahim (TMJ) juga mundur setelah menjabat selama satu tahun sejak 2017, mengaku gagal mengemban amanat dan akibat prestasi timnas yang jeblok.
Surat mundur itu ditujukan kepada Sekjen FAM, Datuk Hamidin Mohd Amin, dan sempat menyeret pemikiran bahwa perubahan nama presiden adalah kebutuhan reformasi sepak bola Malaysia.
meski demikian, Hamidin mengakui bahwa misinya belum sepenuhnya tercapai saat itu—tanda bahwa tantangan di sepak bola Malaysia masih berat.
Joehari mengambil alih FAM dalam kondisi penuh tekanan: finansial klub rapuh, pengembangan pemain jalan di tempat, dan konflik wasit yang belum mereda.




![Ketua_Badan_Legislasi_Baleg_DPR_RI_Bob_Hasan_dalam_Rapat_Dengar_Pendapat_Umum_Baleg_DPR_RI_bersama20250505194615-768x513[1]](https://yozgatmasajsalonu.net/wp-content/uploads/2025/09/Ketua_Badan_Legislasi_Baleg_DPR_RI_Bob_Hasan_dalam_Rapat_Dengar_Pendapat_Umum_Baleg_DPR_RI_bersama20250505194615-768x5131-1-148x111.jpg)
![presiden-prabowo-subianto-silaturahmi-dengan-tokoh-lintas-agama-pimpinan-parpol-pimpinan-serikat-buruh-dan-organisasi-kepemuda-1756750399962_169[1]](https://yozgatmasajsalonu.net/wp-content/uploads/2025/09/presiden-prabowo-subianto-silaturahmi-dengan-tokoh-lintas-agama-pimpinan-parpol-pimpinan-serikat-buruh-dan-organisasi-kepemuda-1756750399962_1691-148x111.jpeg)