Jeritan Tebing Tinggi – Prabowo: Tak Boleh Ada Kriminalisasi Bagi Para Demonstran Presiden Terpilih Prabowo Subianto menegaskan bahwa tidak boleh ada tindakan kriminalisasi terhadap warga negara yang menyampaikan pendapatnya melalui aksi demonstrasi yang damai. Menurutnya, kebebasan berekspresi adalah bagian penting dari demokrasi yang sehat dan harus dihormati oleh semua pihak, termasuk aparat penegak hukum.
“Demonstrasi adalah bentuk ekspresi rakyat yang sah dalam negara demokratis. Sepanjang dilakukan secara damai, tertib, dan tidak merusak, maka tidak boleh ada kriminalisasi terhadap para demonstran,” ujar Prabowo dengan tegas.
Baca Juga: Pakar LSPR Puji Langkah Progresif Puan untuk Transformasi DPR
Pesan untuk Aparat Keamanan: Kedepankan Dialog, Bukan Represi
Prabowo juga mengingatkan aparat keamanan agar tetap bertindak profesional dan humanis dalam menghadapi aksi-aksi massa. Ia mengajak semua pihak, termasuk aparat kepolisian dan TNI, untuk mengedepankan dialog dan pendekatan persuasif daripada tindakan kekerasan atau represif.
“Saya minta aparat tidak cepat terpancing. Tugas kita adalah menjaga ketertiban, tapi juga melindungi hak rakyat. Jangan sampai rakyat merasa takut untuk menyampaikan aspirasi. Itu bukan semangat demokrasi,” katanya.
Ia menilai bahwa demonstrasi yang sehat justru menjadi sarana komunikasi antara rakyat dan pemerintah. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah ke depan untuk mendengar dan menanggapi kritik maupun aspirasi dengan bijaksana.
Kritik Adalah Bagian dari Demokrasi
Ia menegaskan bahwa sebagai Presiden terpilih, ia berkomitmen membangun pemerintahan yang terbuka dan responsif terhadap suara rakyat.
“Kritik itu penting, bahkan sangat diperlukan. Itu artinya rakyat peduli. Kita harus siap dikritik dan belajar dari sana untuk memperbaiki diri,” ujar Ketua Umum Partai Gerindra itu.
Harapan untuk Aksi yang Damai dan Bertanggung Jawab
Meski menegaskan pentingnya kebebasan berpendapat, Prabowo juga mengingatkan masyarakat untuk tetap bertanggung jawab dalam menyampaikan aspirasi. Ia menolak segala bentuk aksi yang berujung anarkis, merusak fasilitas umum, atau mengganggu ketertiban masyarakat.
“Silakan berdemo, tapi jangan merusak atau menyakiti. Demokrasi itu juga butuh kedewasaan. Kita semua punya tanggung jawab untuk menjaga Indonesia tetap aman, damai, dan bersatu,” ujarnya.
Penutup
Dengan sikap terbuka tersebut, Prabowo menunjukkan komitmennya untuk memimpin Indonesia dengan pendekatan yang demokratis, inklusif, dan berpihak pada rakyat. Ia berharap ke depan, ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat semakin terbuka lebar demi terciptanya negara yang lebih adil dan sejahtera.

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5334800/original/069880800_1756774189-IMG-20250902-WA0003.jpg)




