Bendera Merah Putih di KCP BRI Tebing Tinggi

oleh -339 Dilihat
oleh

Bendera di KCP BRI Tebing Tinggi Masih Setengah Tiang saat Hari Kesaktian Pancasila

TEBING TINGGI – Warga Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, dibuat heran oleh pemandangan tak biasa di halaman Kantor Cabang Pembantu (KCP) BRI Tebing Tinggi. Pada Rabu (1/10/2025) siang, bendera Merah Putih masih berkibar setengah tiang meski peringatan Hari Kesaktian Pancasila sudah berlangsung.

Seharusnya Berkibar Penuh pada 1 Oktober

Menurut instruksi nasional, pengibaran bendera setengah tiang hanya dilakukan setiap 30 September. Momentum itu digunakan untuk mengenang peristiwa kelam Gerakan 30 September 1965 (G30S/PKI).

Namun, pada 1 Oktober, yang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila, bendera seharusnya sudah dinaikkan penuh. Hal itu menjadi simbol penghormatan sekaligus peneguhan kembali nilai Pancasila sebagai dasar negara.

Kondisi bendera di KCP BRI Tebing Tinggi yang tetap setengah tiang menyalahi aturan tersebut. Kelalaian ini lantas memicu komentar warga sekitar yang menilai bahwa hal simbolis semacam ini tetap penting dijaga.

baca juga : WalKot Tebing Tinggi Hadiri Grand Opening Base Camp Powerfit

Sorotan Warga dan Penilaian Kelalaian

Beberapa warga yang melintas menyayangkan kelalaian itu. Menurut mereka, bendera adalah lambang negara yang tidak boleh diperlakukan sembarangan, apalagi pada momentum penting.

“Seharusnya tanggal 1 Oktober bendera sudah dinaikkan penuh. Kalau masih setengah tiang, jelas terlihat lalai dalam menjalankan aturan,” kata seorang warga Tebing Tinggi.

Warga lain menyebut bahwa meski terlihat sepele, peristiwa tersebut bisa menimbulkan kesan abai. “Hari Kesaktian Pancasila adalah momen refleksi sejarah. Kalau ada institusi yang tidak patuh aturan, itu bisa mengurangi makna peringatan,” ujar seorang warga lainnya.

Pentingnya Simbol dalam Meneguhkan Pancasila

Pengibaran bendera memang terlihat sederhana. Namun, bagi banyak orang, simbol tersebut menyimpan makna mendalam. Pancasila tidak hanya dijaga melalui pidato atau upacara, tetapi juga lewat ketaatan menjalankan simbol kebangsaan.

Hari Kesaktian Pancasila, Warga Surabaya Diminta Kibarkan Bendera Setengah Tiang

Sejarawan dan pemerhati kebangsaan sering menekankan bahwa disiplin pada hal-hal kecil mencerminkan kesungguhan menjaga hal besar. Dalam konteks ini, mengibarkan bendera dengan benar menjadi salah satu bentuk nyata penghormatan terhadap Pancasila dan pengorbanan para pahlawan bangsa.

Harapan Agar Tidak Terulang

Masyarakat berharap pihak terkait segera memperbaiki kelalaian itu. Mereka menekankan agar institusi negara, termasuk lembaga perbankan, menunjukkan teladan yang benar dalam setiap momen kebangsaan.

baca juga : ‎Pemko Tebing Tinggi Kebut Revitalisasi Kolam Renang

“Kalau tidak segera diperbaiki, kesannya jadi abai terhadap Hari Kesaktian Pancasila. Padahal momentum ini penting untuk memperkuat rasa kebangsaan,” ungkap seorang warga.

Masyarakat juga meminta agar kejadian serupa tidak terulang pada tahun-tahun mendatang. “Kita ingin semua pihak lebih disiplin. Jangan sampai kelalaian seperti ini mengurangi rasa hormat kita kepada Pancasila,” tambahnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila diperingati setiap 1 Oktober untuk mengenang perjuangan bangsa dalam menghadapi ancaman ideologi lain yang ingin mengganti Pancasila. Momentum ini tidak hanya diperingati dengan upacara, tetapi juga dimaknai dengan tindakan konkret menjaga persatuan bangsa.

Ketaatan terhadap simbol negara, termasuk pengibaran bendera, diharapkan menjadi bagian dari upaya memperkokoh nilai Pancasila. Oleh karena itu, masyarakat menilai penting bagi seluruh lembaga, baik pemerintah maupun swasta, untuk disiplin menjalankan aturan dalam setiap peringatan hari bersejarah.

Skintific

No More Posts Available.

No more pages to load.